Secara makro, relasianitas dideskripsikan sebagai hukum dasar dalam Hubungan Manusia. Berupa totalitas sistem, struktur formal, aturan hukum, dan esensi filosofis-ilmiah yang mendasari serta mengatur konstelasi hubungan jangka panjang manusia yang melibatkan hubungan sebab-akibat dari hasrat seksual. Bahkan bisa berupa sistem yang bersifat global atau universal, meskipun tidak secara utuh. Misalnya saja; pernikahan yang normal adalah antara pria dan wanita.
Akhiran -itas dalam relasianitas menyatakan suatu kondisi mutlak yang bersifat objektif. Ini adalah ranah hukum alam, aturan konstitusi, dan cetak biru ilmiah universal yang mengatur bagaimana seluruh hubungan romantis manusia beroperasi.
Relasianitas adalah sistem makro yang mengatur struktur dasar hubungan yang sehat. Diwujudkan secara paripurna melalui kerangka Hepta Relasianitas (7 dimensi hubungan), pilar ini bertindak sebagai fondasi utama. Jika suatu hubungan dibangun dengan melanggar hukum-hukum dasar relasianitas, maka hubungan tersebut secara matematis pasti akan mengalami keretakan. Manusia sering kali salah memilih pasangan hidup bukan karena mereka kekurangan cinta, melainkan karena mereka buta terhadap hukum hubungan yang mengikat mereka.
Di ranah aplikatif, esensi dari Relasianitas ini dimanifestasikan dan dibedah secara utuh melalui kerangka Hepta Relasianitas (tujuh dimensi hubungan manusia). Konsep ini menegaskan bahwa sebuah hubungan romantis yang selamat, sehat, dan berkelanjutan secara jangka panjang harus tunduk pada pilar-pilar sistemik yang presisi, bukan hanya bersandar pada intuisi, keberuntungan, atau kecocokan instingtif semata.
Karakteristik Utama Relasianitas:
·
Bersifat Konstitusional (Makro): Ia bertindak sebagai "undang-undang dasar" dalam ilmu hubungan. Jika sebuah hubungan melanggar hukum-hukum dasar Relasianitas, maka hubungan tersebut secara matematis dan psikologis akan mengalami disfungsi.
·
Objektif dan Terstruktur: Berbeda dengan cinta yang sering dianggap abstrak dan tidak terukur, Relasianitas mendekati hubungan sebagai sebuah ilmu yang anatominya dapat diuraikan secara ilmiah (terutama melalui 7 dimensi Hepta Relasianitas).
·
Fondasi Diagnostik: Menjadi pisau analisis utama bagi para konselor Lovology untuk mendeteksi di pilar mana suatu sistem hubungan mengalami kerusakan atau keretakan, sebelum kerusakan itu mewujud menjadi konflik terbuka di tingkat operasional.